unukmendeteksi resiko tinggi ibu hamil adalah dengan menggunakan Kartu Sk or Poedji Rochjati (KSPR) (Saraswati dan Hariastuti, 2017). Untuk itu perlu dilakukan suatu pelatihan
B Etiologi Ibu hamil yang mengalami resiko tinggi adalah sebagai berikut : a. Ibu dengan tinggi badan kurang dari 145 cm. b. Bentuk panggul ibu yang tidak normal. c. Badan Ibu kurus pucat. d. Umur Ibu kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun. e. Jumlah anak lebih dari 4 orang. f. Jarak kelahiran anak kurang dari 2 tahun. g. Tujuanpenelitian ini adalah menganalisisperan kader posyandu dalam penerapan sistem rujukan dan pencegahan komplikasi pada ibu dan bayi sehingga dapat mencegah kematian neonatal.Rancang bangun yang digunakan adalahrestrospective study dengan populasi seluruh kader posyandu di Kabupaten Probolinggo.Teknik sampling menggunakan purposive sampling TanamkanBagikan dari 2 LAPORAN HASIL KEGIATAN KUNJUNGAN RUMAH IBU HAMIL DENGAN RESIKO TINGGI di RW 02 KELURAHAN SETIABUDI Kegiatan dilaksanakan pada : Hari : Selasa Tanggal : 05 Oktober 2021 Jam : 13.00 s/d selesai Acara : Kunjungan rumah ibu hamil dengan resiko tinggi Pembahasan : 1. Tahap Persiapan V MEKANISME Kunjungan rumah dilakukan pada ibu hamil dengan resiko tinggi, yaitu ibu hamil dengan: a. Riwayat kehamilan dan persalinan yang sebelumnya kurang baik (contoh: riwayat keguguran, perdarahan pasca kelahiran, lahir mati) b. Tinggi badan ibu hamil kurang dari 145 cm. c. Ibu hamil yang kurus/berat badan kurang. d. . 55 262 412 350 225 23 212 264

tujuan kunjungan rumah ibu hamil resiko tinggi